Kapal Penangkap Ikan yang berpangkalan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2025

KM. Lahai raoy saat pemeriksaan oleh Pengawas Perikanan dengan menggunakan sistem barcode kapal perikanan (SIAPKAN)


Umumnya Kapal Perikanan yang ada di Nusa Utara (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Sitaro) menggunakan Alat Tangkap Ikan [API] Jenis Mini Purse Seine yang dalam bahasa Lokal disebut Soma Pajeko dengan ikan target tangkapan adalah ikan Layang [Decapterus sp] dan alat tangkap Hand Line dengan ikan target tangkapan adalah ikan Tuna [Thunus Albacore] dan ikan Demersal, juga Alkap Gill Net, Long Line dan Panah Ikan

Berikut Kapal Penangkap Ikan yang berpangkalan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2025

   Izin Pusat

  1. Kalvari Tahuna (PP. Dagho, PPS Bitung)
  2. Taufik Tahuna  (PP. Dagho, PPS Bitung)
  3. Elfata (PP. Dagho, PPS Bitung)
  4. Grasia-3 (PP. Dagho, PPS Bitung)
  5. Muslimah (PP. Dagho, PPS Bitung)
  6. Madina Tahuna  (PP. Dagho)
  7. Mitra Usaha Manganitu (PP Dagho, Pelabuhan Domisili PPS. Bitung)
  8. Grasia-2 (PP. Dagho, PPS Bitung)
  9. Marcopolo Star (PP. Dagho, PPP Tumumpa)
  10. Nelayan 2016 5 (PP. Dagho, PPS Bitung)
  11. Payaman (PP. Dagho, PPS Bitung)
  12. Yasin 01 (PP.Salibabu, PPS Bitung)


        Izin Daerah
  1. Taufik 02 (PP. Bitung, PP. Dagho)
  2. Teluk Ngalipaeng (PP. Bitung, PP. Dagho)
  3. Genezaret Star (PPS. Bitung. PP. Dagho)
  4. Geo Kristabela (PP. Bitung, PP. Dagho)
  5. Bedak (PP. Dagho, PP. Melonguane)
  6. Kanaan 01 (PPS. Bitung)
  7. Al'faruq
  8. Sean 03 (PP. Beo, PP. Bitung, PP. Esang, PP. Lirung, PP. Melonguane, PU. Sangihe, PU. Ulu Siau)
  9. Sari Segara 03 (PP. Dagho, PP. Melonguane)
  10. Tirta Mas 02 (PP. Bitung, PP.  Melonguane)
  11. Burung Kuning 02 (PP. Bitung, PP. Dagho, PP. Melonguane)

Koordinasi dengan Dinas Kelautan & Perikanan Provinsi Sulut | 18 Desember 2025

Laporan Koordinasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan



Manado, Kamis, 18 Desember 2025

Pada hari Kamis, 18 Desember 2025, di tengah hiruk-pikuk aktivitas ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, saya Stevenly A. Takapaha, S.Pi., bersama rekan-rekan pengawas perikanan Irene M. Kahiube, A.Md.Pi., dan Darwis Kantong, melakukan kunjungan koordinasi penting ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Utara. Kunjungan ini berlangsung di Gedung CTI Center, Manado, di mana kami disambut hangat oleh Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Laut (PRL) dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Bapak Audi Dien, S.Pi M.Si. Suasana pertemuan yang kondusif ini menjadi momen strategis untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut di wilayah kita.



Koordinasi dimulai dengan pembukaan singkat yang dipimpin oleh Bapak Audi Dien, di mana kami memperkenalkan diri dan tujuan kunjungan. Fokus utama pembahasan tertuju pada kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, khususnya di wilayah kerja Stasiun PSDKP Tahuna, Kepulauan Sangihe. Kami membahas secara mendalam keterlibatan kewenangan pengawas perikanan dari Daerah Provinsi Sulawesi Utara, yang akan semakin krusial mengingat luasnya perairan dan keragaman ekosistem di wilayah timur laut ini. Selain itu, peran aktif Kelompok Masyarakat Pengawas Samudera (Pokmaswas) menjadi sorotan utama; mereka diakui sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan konservasi laut, seperti terumbu karang dan habitat penangkaran ikan endemik di sekitar Kepulauan Sangihe. Pembahasan semakin mendalam saat menyentuh isu pembentukan Forum Koordinasi Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan tingkat Provinsi. 



Forum ini direncanakan sebagai platform terintegrasi yang melibatkan berbagai aparat penegak hukum, mulai dari polisi perairan, bakamla, TNI AL, kejaksaan, hingga instansi terkait lainnya. Tujuannya jelas: memetakan rencana operasi patroli bersama, berbagi intelijen mengenai potensi pelanggaran seperti penangkapan ikan ilegal, penambangan karang, atau pencemaran laut, serta menyusun strategi pencegahan yang efektif. Bapak Audi Dien menekankan pentingnya data real-time dari lapangan, yang akan menjadi dasar bagi operasi-operasi mendatang, termasuk simulasi patroli lintas wilayah.



Pertemuan berlangsung selama dua jam penuh, ditutup dengan komitmen bersama untuk follow-up. Kami sepakat untuk menyiapkan dokumen rencana operasi awal dan menggelar rapat lanjutan pada Januari 2026. Kunjungan ini tidak hanya memperkuat jejaring kerja, tetapi juga meningkatkan kapasitas pengawasan di Stasiun PSDKP Tahuna, demi mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dan keberlanjutan industri perikanan di Sulawesi Utara.

Stevenly A. Takapaha, S.Pi.

Pengawas Perikanan Ahli Muda Stasiun PSDKP Tahuna